Sebuah Kerangka dan Rahasia ke Ikhlasan


Sebuah Kerangka dan Rahasia ke Ikhlasan

Mungkin sekarang kata ikhlas hanya sebuah omong kosong tiada arti yang selalu di ucapkan tetapi sudah tidak di amalkan. Mungkin di kita sudah banyak fenomena tentang ikhlas dalam berbagi yang sudah menipis sekitar. Di dalam hal ini terdapat beberapa hal yang sudah di abaikan oleh umat manusia tentang indahnya keikhlasan berbagi. Dan berbagi adalah sebuah amal, segala amal adalah bentuk-bentuk yang tegak di andaikan seperti sebuah kerangka yang tidak punya roh, sedangkan roh-rohnya yaitu keikhlasan dalam melakukan hal tersebut. Maksudnya suatu amal yang dikerjakan tanpa keikhlasan maka itu hanya sebuah amal tiada arti dan manfaat, dan yang dapat menimbulkan arti dan manfaat yaitu keikhlasan dalam melaksanakan amal tersebut. Seperti yang di utarakan oleh Ibnu At-thoilah dalam kitabnya Al-Hikam yang berbunyi :

“Segala amal itu adalah bentuk-bentuk yang berdiri tegak

sedangkan roh-rohnya ialah kewujudan rahasia keikhlasan di

dalamnya.”

Apa Itu Ikhlas Dan Bagaimana Cara Merealisasikannya?

Ikhlas dalam memberi adalah rasa dari hati untuk memberi tanpa mengharapkan balas jasa atau imbalan dan itu setulusnya untuk mencapai ridho allah atas nama ibadah. Ikhlas bisa direalisasikan dengan saling menolong dan saling memberi. Dalam surat Al-Hajj ayat 31 dijelaskan yang berbunyi :

“Pegang teguhlah semua yang diperintahkan tuhan itu dengan setulus-tulusnya atas nama ibadah tanpa mempersekutukan sesuatu dengan dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”

Ketika hati kita terketuk untuk memberi, maka nuranimu akan dibukakan  oleh sang ilahi. Dengan keikhlasan di hati maka kesempurnaan-kesempurnaan pun datang menghampiri. Di antara kesempurnaan-kesempurnaan itu yaitu tali persaudaraan dan pertemanan bisa semakin erat dan terjalin lebih baik, karena suatu kebajikan seseorang akan dikenang sepanjang masa. Allah juga menjanjikan orang yang berbuat kebajikan akan mendapatkan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, seperti pada surat Al-Maidah ayat 85 yang berbunyi :

“Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).”

Bagaimana Pandangan Ilmu Modern Tentang Manfaat Ikhlas Memberi?

Kita percaya bahwa semua ilmu berasal dari allah dan semua ilmu juga berasal dari Al-Quran seperti yang dikemukakan oleh para ahli. Di bawah ini adalah para ahli ilmu modern yang mengungkapkan kebenaran al-quran :

“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk­kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.

– Prof. Dr. Joe Leigh Simpson

Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan

Prof. Molecular dan Genetika Manusia,

Baylor College Medicine, Houston,

Amerika Serikat.

“Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”

Prof. Tejatat Tejasen

Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,

Chiang Mai

“llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”

Prof. Shroeder

Ilmuwan kelautan dari

Jerman

Dan dari hal itu kita akan menafsirkan pandangan anjuran untuk ikhlas berbagi yang ada dalam al-quran dengan ilmu modern yang pastinya juga bersumber dari al-quran. Pertama sifat memberi sesama dalam  ilmu sosiologi merupakan empati kita sesama makhluk karena kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Dalam segi sosiologi ketika kita memberikan bantuan kepada orang lain maupun teman maka akan terjadi interaksi sosial, dan interaksi tersebut akan menyebabkan hal yang positif yaitu rasa persaudaraan atau pertemanan menjadi lebih erat dan kesetiakawanan sosial pun semakin kental. Dalam bidang ekonomi juga bisa untuk berpartisipasi dalam memakmurkan rakyat. Jika kita pikir semua orang di indonesia bisa berbuat begitu, mungkin di indonesia tidak akan ada yang namanya orang miskin.

Dalam ilmu fisika perumpamaan jika energi untuk maju diberi gaya yang lebih maka energi tersebut akan bertambah, begitupun dengan persaudaraan kita jika kita tambah dengan pemberian yang ikhlas maka tali pertemanan maupun persaudaraan kita akan bertambah erat pula.

Apa Manfaat Dari Memberi Dengan Ikhlas?

Segala sesuatu yang baik pasti akan ada manfaatnya, walaupun hanya memberi dengan sedikit tetapi ikhlas seperti pada hadis nabi yaitu:

Dari ‘Adiy bin Hatim r.a bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Peliharalah dirimu dari api neraka, sekalipun dengan sedekah separuh biji kurma.”

Dalam hadist tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa betapa besar manfaat dari memberi atau besedekah itu, dengan hanya sedikit bersedekah dengan ikhlas tetepi amal itu bisa menghindarkan kita dari api neraka. Apalagi masih banyak manfaat di balik perbuatan tersebut. Subhanallah . . .Walaupun kita dalam keadaan yang tidak memungkinkan tapi kita masih di anjurkan untuk bersedekah, seperti pada cerita berikut ini. Ada seorang tukang becak yang menginginkan naik haji tetapi tidak punya uang. Walupun begitu ia percaya bahwa dengan bersedekah dengan ikhlas maka allah akan mengabulkan doanya. Dia setiap hari Jum’at selalu bersedekah dengan cara memberi tumpangan gratis pada penumpang pertamanya.Suatu hari ada seorang wanita yang kaya tidak bisa pulang karena mobilnya yang mogok dan harus di bengkelkan padahal ia harus pulang karena ada kerjaan yang menantinya.

Akhirnya ia naik becak yang dikemudikan oleh bapak tadi, dan ternyata ibu itu adalah termasuk orang pertama yang naik becak tersebut pada hari jum’at itu. Ketika ibu itu mau membayar ongkos bapak tukang becak itu tidak mau dibayari dan bilang anggap saja saya ini sedekah. Kemudian pada jum’atnya lagi ibu itu juga menjadi penumpang yang pertama dan bapak tukang becak tadi juga masih tidak mau untuk dibayar. Sesampainya di rumah ibu itu bercerita kepada suaminya, kemudian suaminya mencari dan menuju rumah bapak tukang becak itu. Setelah sampai dan menemui bapak tukang becak itu, suami dari ibu tadi memberi uang seamplop yang agak besar dan tebal, tetapi bapak itu menolaknya. Kemudian suami dari ibu tadi minta apa yang diinginkan bapak itu. Kemudian bapak itu mengingat-ingat bahwa ia ingin sekali naik haji. Dan akhirnya ia pun bisa naik haji dengan gratis dan hubungan antara kedua keluarga tersebut juga seperti saudaranya sendiri.

Jadi sudah jelas bahwa manfaat dari memberi dengan ikhlas walupun hanya sedikit tetapi hasilnya sungguh luar biasa. Selain itu masih banyak lagi manfaat dari memberi dengan ikhlas, karena memberi dengan ikhlas kepada siapa saja baik kenal maupun tidak kenal adalah suatu perbuatan yang terbaik dalam islam seperti pada hadist berikut :

Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash r.a berkata : Bahwa ada seseorang bertannya kepada Rosulullah SAW  : “Perbuatan apakah yang terbaik dalam islam?” Beliau bersabda : “Memberikan makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s