Sebuah bukti nyata tentang keikhasan yang menjamin mutu dalam hal sandiwara kehidupan


Sebuah bukti nyata tentang keikhasan yang menjamin mutu dalam hal sandiwara kehidupan. Sebuah hal yang tak tertanam jika kita tidak begitu peduli untuk menanamnya. Memang lebih sulit dari sekedar berdiri bagi orang yang mampu berdiri, tapi sesulit berdiri bagi orang yang belum mampu maupun tidak bisa berdiri. Tapi inilah hidup dengan semua keadaan dan penantian yang kata orang tak berarti dan hanya percuma. Saat nafas batin serta burung-burung gagak yang melangkah dan terbang dengan sempurna mendengar kenyataan tentang hidup. Ia akan tetap terbang sebatas terbang ia bisa dan sebatas oksigen yang ia dapat. Ia mencoba mengetes bagaimana dan sejauh mana pundi-pundi udaranya dapat berfungsi.

Sebuah kenyataan yang hakiki. Jika kita menginginkan sebuah kenyataan yang hakiki memanglah sulit, tapi jika sebuah niat kita tanamkan dalam hati pasti walaupun rintangan seberat apapun akan terlewati dalam hilangan air mata yang meleleh dari pipi dan menetes entah kemana dan tidak diketahui. Tanpa syarat dan tanpa arti tentang hidup. Itulah kenyataan bagaimana anak-anak atau orang-orang modern dewasa ini. Ia membatasi dirinya sendiri tentang sebuah arti apalagi tentang makna kehidupan. Tak layak dan tak pantaskah dirinya sendiri yang membatasi, tapi mengapa ia tak menyadari akan hal yang tak terduka dan bernada sunyi sepi tanpa buaian biola yang mengiring dalam sebuah melodi harmoni cinta.

Harmoni tentang kehidupan yang memungkin sebatas impian bisa terwujud. Tapi mereka sendiri yang membuat impian mereka tak terwujud. Ia membatasi dirinya sendiri tentang sebuah arti. Arti tentang kehidupan dan keamanan diri ia batasi dengan pertanyaan yang tak terjawab dalam dirinya sendiri. Memang sulit membuktikan akan hal itu, tapi jika kita mau menelusuri batin dan membuka hati, itu akan jelas sejelelas-jelasnya tentang makna yang dibatasi oleh tirai-tirai dari pertanyaan kita sendiri yang tak terjawab. Mungkin kita akan membatasi diri kita tentang arti hidup, itu karena kita tak yakin akan diri kita sendiri. Mungkin ini akan terus menerus menggurus jiwa bagaikan erosi angin yang terus menggerus batuan sehingga bisa tercipta grand canyon di amerika. Begitupun dengan kita yang tergerus oleh sedikit-sedikit pertanyaan yang tidak seharusnya ditanyakan.

Dan begitulah hidup serta arti dan makna yang tersembunyi. Kadang ia bersembunyi tanpa kita sadari, dak juga kita tak menemukannya ia kemana. Tapi sebenarnya ia ada pada diri kita sendiri, hanya diri kita yang tak sadar dan tak peka akan hal itu. Kepekaan dalam hidup sangatlah perlu. Bagaikan naluri dalam sebuah insang kehidupan. Naluri tentang hidup, naluri tentang kehudupan dan naluri dari diri sendiri.
Sebuah sisi yang tak terungkap dalam hidup, ialah makna dari hidup yang tersemubunyi. Jantung dari kehidupan, paru-paru dari jalannya hati dan nurani.

Penulis

Imam Hanafi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s