Mengapa sulit bagiku untuk meningglkan rasa ini?


Mengapa sulit bagiku untuk meningglkan rasa ini. Dari mana datang dan terbayang seperti ini? Padahal aku dulu tak akan menyangka akan datangnya rasa yang seperti ini. Sungguh mengejutkan hati yang lagi terpuruk dalam kegelapan cinta dan kasih sayang.

Rasa yang padukan jiwa rindu dan harapan. Rasa yang gugah kenangan lama untuk kembali dalam godaan hati yang tak bisa ku padamkan. Sungguh sulit dan sangat sulit ku bisa. Walaupun begitu lama akan rasa ku ini, tapi sulit dan sangatlah sulit untuk melepasnya. Padahal aku ingin sekali rasanya untuk meninggalkan belenggu kerinduan yang mencekam dan mererkamku dalam gelapnya cinta dan kerinduan.

Saat jiwa meraih syahdu dalam hati nan sunyi, ia kembali dengan tiba-tiba tanpa duga tanpa isyarat yang datang sebelumnya. Ya jadinya gak tahu kenapa rasa yang dulu pernah kualami kembali dalam buaian hati yang lagi sepi tanpa suatu pengisi suara di hati.

Aneh memang dulu malu rasa malu muka, kini rindu rasa rindu muka. Padahal tak ketemu tak berjumpa tak berasa tak berkoneksi tapi hati mengapa hatiku ini tetap menginginkannya dan sulit bagiku untuk meninggalkan rasa ini.

Sudah berkali kali kucoba bolak-boalik kan rasa di hatiku ini. Mulai dengan ia sudah bersama orang lain, sudah tidak ada hubngan lah, ia sudah tidak ada rasa sama aku bahkan  lupa denganku lah dan lain – lain yang membolak balikkan pikiran rasa dan jiwaku. Tapi apa daya rasa itu kembalikan aku kepadanya. Percuma ku bolak balikkan rasa untuk meninggalkan rasa ku yang satu ini.

Lucu memang, aku tak tahu dan tak mengerti rasa serta keadaan disana, tetapi rasa ini tetap yakinkan ku. Wagu  . .  . !! tterdengar berita bahwa ia sudah tidak sendiri lagi kemudian terjadi pembalikan rasa pada diriku, tapi hasil akhirnya tetap sama yaitu rasa itu kembali lagi.  Dan aneh memang, rasa yang lama dan tak pernah berjumpa, berjua, berkoneksi, tetapi masih tetap konek.

Inilah rasa yang aku alami, entah orang nya berasa maupun tidak, tetapi aku berasa dalam suatu kenyataan yang sulit dipahami oleh semua orang. Lha kok tidak bagaimana coba bayangkan sudah beberapa tahun aku lalui hidupku dengan berbagai jiwa yang dating kepadaku. Tapi akapa? Jiwa ini tak berasa apa-apa seakan mati rasa. Tapi, bagimana jika terdengar kabar dari yang orang yang tak kusebutkan namanya, begitu dating sulit dilepas, masih terkenang , masih terngiang walau dalam hati yang gelisah.

By

امام

Imam hanafi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s