MIMPI TENTANGMU LAGI


MIMPI TENTANGMU LAGI

Sore ini aku banyak bermimpi tentangmu. Tentang cerita batin. Tentang cerita hati. Seperti bak berlaju didalam cerita khayalan nyata mimpi. Aku bermimpi seperti apa yang telah terjadi. Sebelumnya saya telah beniatkan untuk meninggalkanmu demi memenuhi tuntutan Tuhanku.

Seperti halnya ibrahim yang bermimpi untuk mengorbankan ismail putranya. Hampir demikian denganku. Sebelum hari raya idul qurban, tepatnya ketika takbir menggema, aku mendapatkan suatu firasat dari Tuhanku bahwa aku harus meninggalkanmu. Aku harus korbankan perasaanku. Tapi aku masih begitu ragu dengan firasaatku ini. Kembali kucari petunjuk dari kitab yang maha memberi petunjuk. Kemudian pagi hari menjelang sholat ied, aku diberi kemantapan atas firasatku itu. Kemudian aku relakan, aku korban kan diri dan perasaanku padamu. Dan tepat sebelum aku sholat ied, aku ucapkan itu padamu. Maaf.

Ternyata dari hal itu aku mendapat banyakhal atas pelajaran yang ku gapai. Ternyata aku telah belajar keihlasan hati. Keihlasan cinta. karna saya akui cinta itupun dari tuhan, dan akan kembali padanya. Dan kini aku telah memenuhi janjiku untuk tidak memksamu mencintai diriku, dan saya juga tidak akan pernah melarangmu mencintai orang lain. Serta aku merasakan sebuah rasa syukur yang mendalam. Yang ku tak tahu, kenapa hati ini semakin tentram ketika melepasmu.

Dan yang paling aku yakini waktu itu adalah berkorbanlah, maka akan diganti Tuhanmu dengan sesuatu yang lebih baik. Begitupun dengan cintaku, ku korbankan cintaku agar aku mendapatkan janji Tuhanku atas cinta yang lebih baik. Entah aku akan mendapatkan gadis yang lebih baik darimu, ataupun engkau yang akan diperbaiki tuhanku dan akan dikembalikan cintanya padaku dalam keadaan yang lebih baik. Allahu a’lam, aku tak tahu.

Serta dari haltersebut aku menyadari betapa sebenarnya diriku ini telah tertarik medan magnet cintamu. Kini aku sadar betapa aku adalah sepotong besi kecil yang tertarik medan magnet mu. Oleh karena itu, saya berkeinginan bukan lagi sepotong besi yang tertarik medanmu, melainkan aku akan mengembangkan medan magnetku, yang akanmenarik dirimu maupun semua orang padaku. Dan bukan tertarik oleh medanmu kembali. Ku harap kau mengerti.

Tapi tak tahu kenapa, sore ini setelah menjelag tiga hari telah tiba. Aku bermimpi banyak tentangmu. Mimpi bermula ketika aku mulai meniatkan diri untuk menjauhkan diri kepadamu. Aku acuh tak acuh terhadapmu. Begitupun pula denganmu. Engkaupun tak kalah acuh tak acuh terhadapku. Engkau tak menyapaku, maupun tersenyum simpul kepadaku. Padahal aku ada didepanmu. Dihadapan teman-teman.

Tapi yang aneh adalah, engkau kelihatan acuh, tapi engkau selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Disaat aku ada disuatu tempat, disaat itu pula beberapa waktu kemudian dirimu hadir. Entah kenapa? Aku tak tahu. Karna hal itu dalam mimpi. Ada hal yang lebih aneh lagi, engkau berkunjung kerumah nenek ku. Entah kenapa? Aku tak tahu. Semua itu dalam mimpi.

Aku datang kerumah nenekku bersama bapakku. Sedangkan engkau sendirian. Engkau sendiri bersama nenekku sedang bersenda guarau. Aku pun tak tahu, dari mana engkau tahu nenekku, dan dari manapula engkau tahu tempat nenekku berada? Entah bagaimana? Ak tak tahu. Semua itu dalam mimpi.

Ketika aku masuk, engkau sedang berdiri. Ku ucapkan salam masuk. Engkau manjawab sambil menoleh kepadaku bersamaan dengan itu engkau tak sadarkan diri ketika melihatku. Kenapa? Entah, aku tak tahu. Itu semua dalam mimpi. Engkau segera ditangani oleh nenek ku. Kemudian ditidurkan diatas sebuah kasur lantai dipangkuan saudaraku. Entah saudara yang mana, terasa tidak jelas. Yang pasti ssemua saudaraku waktu itu sedang  mengerubungi engkau. Tapi tidak denganku aku merasa acuh tak acuh terhadapmu.

Bapak memanggilku untuk menyadarkan dirimu. Kenapa? Karna mereka semua tak bisa menyadarkan dirimu. Ketika aku baru menengok sedikit kepadamu, terasa kasihan diriku ini. Tak tahan aku melihatmu. Sungguh engkau sangat pucat sekali. Pucat pasi. Kelihatan sangat lelah sekali. Sekali aku melihatmu kebetulan engkau sedikit perubahan, dari tak sadar menjadi setengah sadar dengan mata yang masih redup.

Semua orang menyuruhmu agar engkau minum, dengan air yang telah disediakan. Tapi semua orang itu tak ada yang engkau gubris. Kemudian semua orang menengok kepadaku. Kenapa? Entah akau tak tahu. Yang pasti mereka memaksaku untuk membujukmu minum. Tapi aku tetap acuh tak acuh. Tapi tetap saja aku tak tega melihatmu, tak tahu kenapa. Aku bilang “awas nafasmu”. Karna aku dalam mimpiku aku menyadari dirimu memiliki penyakit yang berhubungan dengan pernafasan. Entah itu benar tidaknya dengan dirimu aku tak tahu. Karna semua itu dalam mimpi.

Lama kelamaan semakin aku tak tega melihatnya ia lemas. Akhirnya aku bilang padamu untuk minum. “Minum dulu, tu sudah disediakan air” tapi tetap saja dengan nada yang masih acuh. Kemudian ia dengan lemas sekali mencoba ingin bangkit dan berbicara padaku. Segera aku merunduk dan mendengarkan dirimu. “Mana airnya mas?” engkau bilang dengan nada yang sangat lemas, pelan sekali. Kemudian aku dudukkan dirimu untuk duduk dan bersender didadaku. Aku beri engkau minum dengan air yang telah disediakan. Akhirnya engkau mau minum juga. Disaat yang bersamaan, nenekku malah membuatkanmu masakan serta beberapa gelas wedang. Entah kenapa begitu cepatnya simbah. Karna semua itu dalam mimpi.

Entah apa maksud semua itu. Aku tak tahu. Tapi aku yakin segala mimpi yang menyangkut tentang dirimu merupakan pertanda akan suatu hal, seperti mimpi-mimpi tentangmu yang lalu. Entah pertanda apa kali ini? Aku tak tahu dan aku tak mengerti. Biarkanlah waktu Tuhan yang kan menjawabnya.

Blora, 28 Oktober 2012

Mentari terselubung

 IMAM HANAFI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s