Rumah Manusia Purba Ngandong


TEMPAT WISATA BERSEJARAH DI JAWA TENGAH

KABUPATEN BLORA

NAMA OBYEK  :  Rumah Manusia Purba Ngandong

Desa Ngandong terletak 25 km di tenggara kota Blora dan 10 km di utara kota Ngawi, secara administrasi termasuk dalam Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Fosil vertebrata di daerah ini pertama kali ditemukan pada tahun 1931 oleh C. ter Haar dari Dienst Van Den Mijnbouw (sekarang Badan Geologi) ketika melakukan penelitian geologi di daerah ini. Kemudian dilanjutkan dengan ekskavasi pada 1931-1933 yang berhasil mengumpulkan ribuan fragmen fosil vertebrata, termasuk 11 tengkorak dan 2 tulang kaki (tibia) manusia purba yang dinamakan Homo (Javanthropus) soloensis oleh W.W.F. Oppenoorth (1932) yang kemudian dikenal sebagai “Manusia Solo”. Saat ini di kalangan para ahli paleoantropologi, Solo Man disebut Homo erectus soloensis.

Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) adalah anakjenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri. Ketika itu, Eugène Dubois tidak berhasil mengumpulkan fosil Pithecanthropus secara utuh melainkan hanya tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja. Dan sampai saat ini, belum ditemukan bukti yang jelas bahwa ketiga tulang tersebut berasal dari spesies yang sama. Sebuah laporan berisi 342 halaman ditulis pada waktu itu tentang keraguan validitas penemuan tersebut. Meskipun demikian manusia Jawa masih dapat ditemukan di buku-buku pelajaran saat ini.

Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di desa Sangiran, Jawa Tengah, sekitar 18km ke Utara dari kota Solo. Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936. Selain fosil, banyak pula penemuan-penemuan lain di situs Sangiran ini. Ekskavasi di Ngandong (1931-1933),berhasil mengumpulkan 11 tengkorak dan 2 tulang .kaki Manusia Purba dan ribuan fosil vertebrata lainnya. Rumah Perhutani (Basecamp): bangunan bersejarah (heritage building) berumur lebih dari 50 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s