Situs Binatang Purba Medalem


TEMPAT WISATA BERSEJARAH DI JAWA TENGAH

KABUPATEN BLORA

Oleh Dinas Pariwisata

NAMA OBYEK  :   Situs Binatang Purba Medalem

Desa Medalem sangat kaya akan sumber daya arkeologi, seperti fosil-fosil binatang purba, seperti yang ditemukan di Situs Sangiran, misalnya fosil gajah, rusa, kura-kura, dan kerbau. Pada saat itulah, sejumlah arkeolog itu menyatakan lokasi temuan itu merupakan endapan Sungai Bengawan Solo purba karena letaknya tidak jauh dari Sungai Bengawan Solo sekarang ini.

Dalam kegiatan penelitian lapangan pada tahun 2006, di bekas galian pasir di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, diperoleh indikasi adanya fosil vertebrata. Selanjutnya pada penelitian tahun 2009 (tepatnya 23 Maret 2009) dilakukan penggalian uji (test pit) di lokasi tersebut yang ternyata ditemukan kerangka hampir lengkap dari seekor individu Gajah. Temuan ini termasuk luar biasa

/spektakuler, karena sejak dimulainya penelitian fosil vertebrata di Indonesia (Jawa) sekitar tahun 1850-an (150 tahun lalu), baru sekarang ini ditemukan satu individu lengkap fosil Gajah. Dari berbagai tulang belulang yang diperoleh, dapat dipastikan bahwa Gajah ini termasuk dalam genus Elephas, sedangkan jenis/spesiesnya diduga termasuk Elephas hysudrindicus, tetapi lebih primitif.

Fosil ga­jah purba jenis Elephas hysu-drindicus yang ditemukan endapan Bengawan Solo purba di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Fosil berupa kerangka relatif utuh itu ditemukan Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung di Dukuh Sunggun, Desa Menden, Kecamatan Kradenan, April 2009.

Menurut Gert van den Berg, paleontolog vertebrata Universitas Wollongong, Australia, yang bergulat dengan fosil di Indonesia sejak 1989. Gajah purba itu mati terperosok di endapan Bengawan Solo purba pada 200.000-300.000 tahun silam. Bangkai gajah itu terkubur pasir, bebatuan, dan abu gunung ber-api sehingga tersedimen dan membentuk batuan.

Temuan fosil gajah purba Elephas hysudrindicus bernilai tinggi karena mampu menjelaskan mata rantai kehidupan ga­jah purba di Indonesia. Temuan tersebut diklaim merupakan yang  terlengkap selama 100 ta­hun terakhir dan fosilnya pun relatif utuh. Fosil-fosil gajah purba itu bisa menyumbang teori-teori dan fakta-fakta tentang kehidupan purba, sekaligus menjelaskan tentang migrasi gajah-gajah pur­ba dari Asia hingga ke Indo­nesia.

Migrasi gajah purba bisa ditelusuri sejak zaman es. Pada masa itu banyak pulau menyatu karena perairan membeku. Salah satunya ketika Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera me­nyatu dengan Benua Asia yang kemudian disebut sebagai Paparan Sunda. Hal ini menyebabkan makhluk hidup di Asia masuk ke Ja­wa dan Sumatera melalui jalur darat. Mereka masuk lewat daratan Indo China-Semenanjung Malaysia. Adapun gajah-gajah yang berada di Flores dan Su­lawesi Utara diperkirakan berasal dari Filipina. Gajah-gajah itu pandai berenang karena mampu menembus isolasi antar pulau yang dipisahkan laut dan palung yang dalam.

Melalui temuan fosil itu pula potret atau gambaran lokasi temuan fosil itu dapat terbaca atau dikisahkan kembali. Misalnya di daerah endapan Sungai Bengawan Solo di Blora. Dahulu, kawasan itu berupa savana atau padang rumput yang dilalui sungai besar. Di daerah endapan Benga­wan Solo purba itu banyak ditemukan fosil hewan khas savana, antara lain gajah, kerbau, dan banteng.

One thought on “Situs Binatang Purba Medalem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s