Samudera Sunyi


Samudera ini sunyi, karena yang ada hanyalah dirinya dan kekasihnya. Samudera ini ramai, karena riuh pujian para malaikat yang ikut serta memuji kekasihnya. Samudera ini hampa, karena segalanya itu kosong. Dan yang ada hanyalah kekasihnya.

Ke’tiada’annya adalah ke’ada’an itu sendiri. Karena ketiadaan atas segalanya berganti ke’ada’an atas segalanya. Dialah rindu yang satu, rindu yang tak tersentuh, rindu yang tiada peluh. Karena sudah tiada kesabaran lagi dalam merindunya.

Kesabaran masih dalam batasan waktu. Sedangkan ia merindu tanpa batas waktu. Karena batas waktu telah memudar dan menguap bersama hilangnya ruang dan waktu yang tak tahan akan kebesaran dan keagungan dari kerinduannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s