Kenapa aku menundukkan wajahku


Dandelia, mana mungkin aku mampu menatap wajahmu, jika cahaya Tuhan terlalu silau untuk aku tatap? Oleh karena itu, maaf aku selalu menundukkan wajahku ketika bertemu denganmu dan tak jarang memilih jalan lain agar tidak bertemu denganmu.

Cahaya itu terlalu silau, Dandelia. Ini pun hanya tentang rasa. Dan hanya bisa aku rasakan tanpa mampu aku ceritakan kepada siapapun. Cukuplah aku yang merasakannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s