Sajak Para Pecinta


pemulung itu tetap mencari Tuhannya di malam hari

Kekasih….

Secercah cahaya

tak dapat menghapus bayang mu

maka biarkan aku menjadi sang malam

kasihku

tak berujung

dan tak berpangkal

Biarkan alam bersendung untukmu

ijinkan aku berkata

Kekasih…

selama senja diufuk pagi

engkaulah sang malam

Embun  yang menawariku kesetiaan

aku menolak,  

karna ia akan hilang di siang hari

walau selalu datang di pagi hari

Kekasih..

ku tak ingin permata bumi menyeret batinku

hanya dirimu

sang permata langit

Tuhan . . .
kenapa kau ingatkan aku dengannya?
sedangkan, kau menginginkan ku hanya mengingatmu

Maaf kan aku…

Beribu maaf kasihku…

ijinkan aku mencintaNya

karna semesta telah merenggut batin

ingin ku mengabaikan segalanya

tapi …

aku tak mampu

jika kata maaf  tak dapat melunakkan salahku

kenapa kau masih memberi cinta?

Kekasih….

sinarmu selalu membuatku tersenyum

Namun….

ke ruang mana kata ini akan kusimpan

karna setiap ruang

milikmu kasih…

ajari aku mencintaimu

cinta yang tak membutuhkan pahala

cinta tanpa syarat

ijinkan aku mencintaimu

tanpa mengerti

rupa, wajah dan anganmu

dekaplah aku …

dengan angin yang kau turunkan

Hanya dirimu..

Membuatku rindu dan terdiam

dalam alam yang tak ku tahu

Hati yang bergetar

setiap menyebut asmamu

hanya cinta dan rindu yang dapat ku mengerti

Kekasih…..

izinkan aku melebur bersama zatmu

melepas rindu yang tak berwujud

Tanpa ku tau

dimana kau berada

datang dan dekaplah aku

izinkan aku menemuimu

tanpa  melihat

mendengar

dan menyentuh

hanya kasihmu

Jika kasih mu dapat membelah laut

bagaimana dengan hati ini?

Mungkin, aku adalah..

Orang bodoh tanpa berfikir

Orang gila tanpa bertanya

Dan sebagai permainan dalam cinta mu

tapi tak mengapa

terserah engkau apakan cintaku

aku hanya memilih jalan cinta

karena, Cintaku tulus tanpa syarat

akan ku penuhi panggilanmu

dan ku turuti kemauanmu

berbahagialah engkau yang telah dicintai

engkau adalah bagian dari doa-doa pecinta

Kekasih….

bulan-bulan mulai tersenyum

dan awan-awan berlomba menuju tempat tak bertepi

mereka begitu mencintaimu

Aku sangat takut kasih

Jika hidupku, tak disandingkan disisi Mu

Salahkah aku

cemburu dengan sepasang semut

bertatap dengan kasih

bertemu dengan cinta

Sejujurnya…

apa yang harus ku perbuat kekasih

pandangan ku selalu mengarah kepada Mu

aku tak mampu

memalingkan hati dan mata ini

Walau  raga  tak dapat menembus langit

tak dapat menemukan cahayamu

tapi tidak dengan cintaMU

Cahaya cinta yang  selalu menerangiku

Dimana pun aku berada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s