Sebagaimana awal kita dari tanah, sudah sewajarnya tanah itu diinjak-injak


Sebagaimana awal kita dari tanah, sudah sewajarnya tanah itu diinjak-injak. Bahkan dicangkuli dan diberi kotoran. Tapi, apa yang ia balas, Dahlia ku? Dia malah menumbuhkan pepohonan dan membuahkannya. Dan dia berbuah malah untuk orang yang menginjak-injak dan mencangkuli dirinya.

Dengan mengingat awal kita hanyalah kehinaan, semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menyombongkan diri. Apa yang mau disombongkan? Asal kita hanyalah dari tanah dan setetes mani, sesuatu yang hina. Jangan marah jika ada yang menghina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s