Nafsu


Bagaikan makanan yang tidak pernah memuaskan nafsu makan, bahkan ia akan ketagihan bila diberi makan. Dan nafsu itu seperti halnya anak-anak. Jika engkau biarkan, dia akan menyusu sampai tua. Tapi, jika engkau menghentikannya, dia akan berhenti.

Maka, kendalikanlah nafsumu. Janganlah engkau beri dia kesempatan untuk menguasaimu. Karena jika dia berkuasa, ia akan membutakan dan menulikanmu. Jagalah nafsumu baik-baik, walau dia telah tertunduk dalam ruang ketaatan. Oleh karena itu, janganlah engkau lengah dari dirinya, Dahlia.

Banyak hal yang telah nafsu sesatkan dari orang-orang yang taat. Dia menguasai segala medan dan memalingkan korbannya dari tujuan dan niat awalnya. Berhati-hatilah, Kekasih.

Tapi karena dia lah yang membuat kita senantiasa mengalirkan air mata kita dalam pinta penyesalan. Biarlah air mata itu kering karena senantiasa menangisi kemaksiatan kita, Dahlia. Hingga kita senantiasa menjaga pintu penyesalan dan kerendahan kita di hadapan-Nya. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi berbangga diri apalagi merasa paling suci dari yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s