Jalan


Ku tatap jalan

Lalu lalang

Malang lalu

“Kenapa engkau diam terinjak-injak hanya untuk orang-orang sampai tujuan?”

Dia hanya nyengir,

“Berhubung asalku dari tanah, sudah sewajarnya diinjak-injak.”

“Bukankah kau sebaik-baiknya ciptaan?”

“Tetap saja asalku tanah!!!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s