Betapa romantisnya dirinya dengan Tuhannya, Dahlia?


Ketika engkau bisa menjadi awalul muslimin (orang-orang yang awal berserah diri), hidup akan senantiasa nikmat, Dahlia ku. Dia sadar bahwa segala urusan telah diurus oleh Tuannya. Dan tidak ada kekhawatiran di dalam hatinya.

Kekhawatirannya lebih karena takut jika jauh dari Kekasih agungnya, takut kekasihnya tidak ridha terhadapnya. Dan rasa malunya lebih karena malu di hadapan cinta dan rindu pada-Nya. Takut merindu dan mencinta selain diri-Nya, serta takut kalau Kekasih agungnya cemburu terhadapnya.

Sehingga dalam segala kehidupan dan apapun yang dia kerjakan, dia akan senantiasa bertanya “Apakah Kekasihku berkenan jika aku berbuat seperti ini?” Serta dia akan senantiasa menangis ketika malamnya “Duhai kekasih, maafkan aku yang masih ada cinta lain selain diri-Mu.”

Betapa romantisnya dirinya dengan Tuhannya, Dahlia? Semoga dirimu pun memilih jalan cinta dan rindu kepada-Nya. Jalan yang penuh dengan kenikmatan, sebagaimana taman rindu nan nikmat yang ia janjikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s